My town

Rembang kotaku, Bagian dari Indonesiaku

Asal Nama Kota Rembang
peta_ow_kab_rembang
Pada masa kerajaan Majapahit, Rembang sebagai kota ataupun wilayah yang sudah berpemerintahan sendiri ataupun menjadi bagian dari suatu negara bagian kerjaan Majapahit masih belum bisa dibuktikan dengan jelas dan tepat. Hal ini disebabkan sumber-sumber atau bukti-bukti tertulis yang meceritakan Rembang dalam kativitas kota mataupun pemerintahan daerah tidak banyak disebutkan. Berdasarkan sumber tertulis masa Majapahit, nama Rembang memang telah disebutkan didalam kitab negara kertagama ada pupuh XXI seperti dijelaskan pada bab I.

Meskipun demikian, kota di pantai utara jawa dari beberapa sumber baik dari dalam maupun luar telah disebutkan eksistensinya. Antonio Pigafetta, seorang elaut dari Iatalia, yang pernah mengadakan perjalanan ke beberaa temat di Indonesia, dalam cacatan perjalananya pada tanggal 26 januari sampai 11 pebruari telah menyebutkan beberapa nama kota di wilayah itu. Diketahui bahwa kota-kota penting yang terdaat dalam ilmu bumi, yaitu Majaahit, Mentraman, Jepara, Sedayu, Gresik, Surabaya dan Bali.

Nama Rembang juga muncul dalam sumber tertulis yang berasal dari Tome Pires (1512-1515) :

Now comes java and we must seak of the King wihtin the hintherland. The land of Cherimon (Cirebon), the land of Japura, the land of Losari, the land of Tegal, the land of Semarang, the land of Demak, Tidunan, the land of Japara, the land of Rembang, the land of Tuban, the land of Sedayu, the land of Gresee (Agacij), the land of Surabaya, the land of Gamda, the land of Blambangan, the land of jarakan, the land of Camta, the land of Panarukan, the land of Chamdy, and when is eded we will seak of the great island of Madura….

Memang menjadi suatu hambatan apabila mencari asal nama sebuah temat denga dasar sumber tertulis yang dapat dipercaya kebenarannya, kebanyakan nama tempat atau daerah didapat dari penelusuran sumber tradisional, baik itu berupa cerita (oral history), maupun cerita-cerita rakyat yang berkembang dari mulut ke mulut. Terkecuali dengan nama Rembang. Salah satu sumber yang berasal dari enuturan cerita turun temurun telah dituliskan kembali oleh seseorang dengan nama samaran “mbah Guru” dalam cacatannya yang diberi judul “Sejarah Rembang” merupakan satu-satunya sumber yang cukup resen dengan pengungkapan yang deskriptif serta menggunkan bahasa jawa. Menurutnya, asal muasal nama Rembang dituturkan sebagai berikut :

………..Wasara nalika tahun Saka : 1336, ana wong Cempa Banjarmlati watara wong brayat sing padha pinter nggawe gula-tebu nalika ning negarane, wong-wong mau padha pindah misah nedya ngudi nggawe gula tebu abag sing ora kepokil-kemisil kuwi, mangkate liwat segara ngener mengkulon nuli ndarat ring-ring sungapane kali kang gisike serta kanan kirine tukul nggenggeng lebeng wit Bongaow (ind : bakau = jawa : bengkat). Nggone pindhah kuwi disesepuhi dening kakek pow Ie Din ; sawise dharat si kakek nuli nganakake mantram lan semadi, banjur wiwit nebang wit bungaow mau kang banjur diterusake dening wong-wong liyane. Bumi bubakan kuwi banjur digawe ategalan lan ekarangan serta teba, ing sabanjure tebang kuwi dijenengake, teba : KABONGAN ; njupuk tembung saka arane wit bungaow, dadi ka-Bonga-an.

……….nuju sawijining dina wayah ajar gagat raina ing sasi waisaka…..; wong-wong mau arep wiwiti ngrembang (nebang=mbabat) tebu. Sadurungi wiwiti ngrembang daianakake uacara suci sembayang lan samadi neng panggonan tebu sedhapur kang wiwit/sekawit arep dikepras rong-wit, minangka kanggo tebu “Penganten”. Uacara pangeprasan kuwi arane : “ngrembang sakawit” ……….

Mengkono mau asal mula bukane tembung : “ngrembang” nganti didadekake jenenge kutha REMBANG tumekane wektu saiki iki.

Terjemahan bebas :

(….kira-kira tahun saka 1336, ada orang Campa Banjarmalati berjumlah delapan keluarga yang pnadai membuat gula tebu ketika ada di negaranya … orang-orang tadi pindah untuk membuat gula merah yang tidak dapat dipatahkan itu, berangkatnya melaluui lautan menuju arah barat hingga mendarat di sekitar sungai yang pinggir dan kanan kirinya tumbuh tak teratur (?) pohon bakau. Kepindahannya itu dipimpin oleh kakek Pow Ie Din ; setelah mendarat kemudian mengadakan do’a dan semadi, kemudian dimulai menebang pohon bakau tadi yang kemudian diteruskan oleh orang-orang lainnya. Tanah lapang itu kemudian dibuat tegalan dan pekarangan serta perumahan yang selanjutnya perkampungan (?) itu dinamakan kampung ; Kabongan ; Mengambil kata dari sebutan pohon bakau, menjadi ka-bonga-an.

………. Pada suatu hari saat fajar menyingsing di bulan Waisaka … ; orang-orang akan memulia ngrembang (mbabat, ind : memangkas) tebu. Sebelum dimulai mbabat diadakan upacara suci sembayang dan semadi di temat tebu serumpun yang akan dikepras dua pohon, untuk tebu “Penganten”. Upacara pengeprasan itu dinamakan : “ngrembang sakawit” …..

begitu tadi asal muasal mulainya kata : “ngRembang”, sampai dijadikan nam koa REMBANG hingga saat ini).

Menurut mbah Guru, upacara ngRembang sakawit ini dilaksanakn pada hari rabu legi, saat dinyanyikan kidung, minggu kasadha, bulan waisaka, tahun saka 1337 dengan candra sengakala : sabda tiga wedha isyara.

Dalam penuturannya tetang asal nam Rembang ini, disebutkan bahwa tempat dari tebu yang ditebang pada saat diadakan upacara tersebut diberi tanda dengan batu hitam yag ditanam ditanah bekas penebangan pohon tebu dengan bagian atas batu lebih tinggi daripada permukaan tanah. Bukti penanaman batu itu sempai sekarang masih ada dan oleh masyrakat setempat serta cerita dari sesepuh di percaya sebagai petilasan dari upacara itu.

Wisata Kota Rembang :
Museum Kamar Pengabadian R.A.Kartini
museum_kamar_kartini2Obyek wisata Musium Kamar Pengabadian R.A.Kartini berada di Desa Kuthoharjo Kecamatan Rembang jarak 300 M dari pusat kota Rembang yang menempati salah satu ruangan Rumah Dinas Bupati Kepala Daerah Tk II Rembang. Untuk menuju ke musium sangatlah mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Banyak wisatawan yang berkunjung di sana samping mengenang sejarah Pahlawan wanita ini yakni R.A. Kartirni juga akan melihat langsung sejarah peninggalannya yakni : Tulisan asli Kartini, Kamar pengabadiannya dimana kamar tersebut sebagai tempat untuk memperjuangkan Emansipasi wanita sehingga sampai beliau diberi gelar Pahlawan Wanita, sebagai lukisan R.A. Kartini dari putra satu-satunya yakni RM Susalit. Untuk mengetahui sejar mana dan bagaimana latar belakang R.A. Kartini, di Obyek wisata tersebut disediakan Pramuwisata yang berusaha memberikan pelayanan dengan memuaskan dikandung maksud agar para wisatawan senang untuk berkunjung di Obyek wisata ini. Sedang dalam lokasi tersebut, para pengunjung bisa menyaksikan gedung tempat R.A. Kartini dahulu mengajar atau mengamalkan ilmunya kepada para anak didiknya. Bangunan asli tersebut terletak satu lokasi kurang lebih 150 m dengan museum R.A. Kartini.

Taman Rekreasi Pantai Kartini
taman_pantai_kartini
Obyek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini; berada di desa Tasik Agung, Kecamatan Rembang. Jarak dari pusat kota Rembang ± 500 M dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum, Obyek wisata ini mempunyai nilai sejarah, Konon Pantai di obyek wisata tersebut, dipergunakan untuk upacara sedekah laut, sedangkan tujuannya agar para nelayan mendapat keselamatan dan mendapatkan hasil perolehan ikan yang banyak. Namun sekarang nelayan telah menyelenggarakan upacara tradisi itu di masing-masing desanya. Adapun di Obyek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini tersebut setiap setahun sekali masih dilaksanakan upacara tradisi yakni Lomban atau yang disebut dengan syawalan, dimana para wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara datang pada saat acara tersebut diselenggarakan yaitu pada hari ke-5 setelah Hari Raya Idul Fitri. Biasanya kegiatan yang dilakukan oleh para wisatawan beramai-ramai bersama keluarga naik perahu menuju pulau Marongan yang konon juga bersejarah. Agar para wisatawan dapat memperoleh kenangan setelah pulang di daerah tempat tinggal masing-masing, maka setiap hari besar atau dua kali dalam satu bulan pada hari Minggu di Obyek wisata tersebut di gelar pentas seni kesenian Daerah, dan para wisatawan juga dapat menikmati makanan khas daerah Rembang yang tersedia pada saat itu Cindera mata khas Rembang yang perolehannya dari benda-benda laut dengan bentuk dan motif yang bagus juga tersedia di sana.

Jangkar Dampu Awang
jangkar_dampu
Jangkar Dampu Awang berukuran : panjang 4 M, panjang mata jangkar 2,5 M, berada di Obyek Wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini, dimana jangkar ini konon sampai terdampar di Rembang akibat persengketaan antara Sunan Bonang dengan Dampu AWang, sehingga perahu Dampu Awang hancur sedangkan layarnya tertinggal di Bonang – Lasem, adapun jangkarnya tertinggal di Rembang. Jangkar yang mempunyai nilai sejarah ini dianggap keramat karena tidak ada yang dapat memindahkan selain dengah kekuatan Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang berhasil dengan perantara jangkar tersebut penyakit yang diderita bisa sembuh, itulah keajaiban yang diberikan oleh Allah.

Banyu Kuwung
banyu_kuwung
Obyek Wisata Banyu Kuwung terletak di desa Sudo Kecamatan Sulang ± 7,5 Km ke arah selatan kota Rembang. Obyek Wisata Banyu Kuwung ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena selain pemandangannya yang indah juga tersedia fasilitas air yang bersih dan melimpah Bagi yang hoby memancing sangatlah tepat untuk berkunjung di sana, karena sambil berimajinasi bisa mendapatkan ikan sambi bersantai bersama keluarga untuk menghirup udara yang segar dan suasana yang nyaman pula.

Makam R.A Kartini
makam_kartini
R.A. Kartini wafat pada tahun 1904 dan dimakamkan di desa Bulu Kecamatan Bulu, terletak 17,5 Km ke arah selatan kota Rembang. Lokasi tersebut mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Banyak wisatawan yang berziarah di sana apalagi pada tanggal kelahirannya yakni setiap tanggal 21 April. Di lokasi tersebut terdapat pula makam suami dan putra satu-satunya R.A. Kartini juga makam keluarga Bupati Rembang pada masa Kepemimpinan R.M.A.A. Djoyodiningrat. Setelah berziarah biasanya para Wisatawan menikmati makanan khas dan berbagai Cinderamata yang telah dipamerkan di lokasi obyek tersebut. Sebagai kenangan tersendiri setelah pulang di daerah masing-masing.

Wana Wisata Kartini Mantingan
mantingan
Obyek Wisata ini berlokasi di desa Mantingan, Kecamatan Bulu terletak 22 Km dari kota Rembang dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum yakni Rembang Blora. Bumi perkemahan yang teduh karena terlindung oleh Hutan Jati ini, adalah Obyek Wisata yang sangat tepat untuk berekreasi bersama keluarga sambil menikmati alam yang sejuk dan indah Bagi wisatawan yang gemar berolahraga renang disediakan kolam renang, dengan air yang bersih dan disediakan pula lapangan tenis. Selain itu bagi yang hobby kemping silahkan berkunjung di Obyek Wisata ini karena dengan hutan lindungnya yang lebat dan teduh sambil melihat koleksi binatang yang dijangkar di sana.

Rimba Pasucen
rimba_pasucenObyek wisata yang berlokasi di desa Pasucen, Kecamatan Gunem ini terletak ± 30 Km dari kota Rembang. ± 7 km sebelah timur bumi perkemahan Mantingan. Untuk menuju lokasi tersebut lewat Bulu, karena Obyek Wisata ini sangat potensial namun masih diperlukan sarana yang menunjang terutama fasilitas transportasi. Untuk menuju lokasi Obyek, jalan masih berbatu dan harus melewati kawasan hutan sepanjang ± 10 Km Obyek wisata ini sangat bersejarah hal ini terbukti dengan adanya 3 macam Goa yakni Goa Pajangan, Goa Joglo dan Goa Jcgong yang konon sebagai tempat persembunyian Blancak Ngilo yang memusuhi Sunan Bonang dan juga terdapat air bersih yang konon ceritanya bekas tancapan tongkat Sunan Bonang. Bagi wisatawan yang ingin memperoleh cerita lebih jelas dan melihat langsung peninggalan-peninggalan yang bersejarah segeralah kunjungi Obyek Wisata Rimba Pasucen ini.

Petilasan Sunan Bonang
Obyek Wisata ini berada di desa Bonang, Kecamatan Lasem ± 17 Km dari Rembang dan mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Obyek wisata yang mempunyai nilai budaya tradisional dan aspek historisnya menyangkut nama besar Sunan Bonang sebagai salah seorang dari sembilan Wali, tidaklah mengherankan apabila banyak wisatawan yang berkunjung di sana dan berziarah. Banyak peninggalan yang sangat bersejarah seperti : Tempat Pasujudan dan Masjid Tiban yakni masjid yang tanpa Proses pendirian bangunan secara alami. Kemudian Bende Becak yang konon berasal dari nama seorang utusan dari Kerajaan Majapahit yang bernama Becak untuk menyampaikan berita kepada Sunan dan oleh karena Sunan masih menjalankan Ibadah Sholat dan berdzikir maka Becak tersebut menunggu di depan tempat tinggal Sunan sambil rengeng-rengeng atau menyanyi kecil nyanyian tersebut terdengar oleh murid Sunan, kemudian murid Sunan bertanya kepada Sunan, dan mungkin Sunan juga tidak berkenan mendengar suara itu maka Sunan menjawab bahwa itu adalah suara bende, dengan Karomah Sunan terjadilah keajaiban seketika berubah menjadi bende. Kemudian bende itu dimanfaatkan Sunan untuk mengumpulkan murid-muridnya Setelah wafatnya beliau, bende Becak tersebut dirawat dan disimpan oleh Juru kunci Petilasan Sunan Bonang yang berada di Obyek Wisata Petilasan Sunan Bonang, dan setiap tanggal 10 Dzulhijah pada hari raya Idul Adha setiap tahun bende becak tersebut di jamas atau disucikan dengan upacara ritual. Adapun Haul Sunan Bnnang diperingati setiap tahun tepatnya pada bulan Selo hari Rabo Legi dan apabila bulan tersebut tidak ada hari Rabo Legi, maka diganti hari Jum’at Pahing. Mengenai sejarah Sunan Bonang yang unik ini, untuk lebih jetasnya kunjungilah segera Obyek Wisata Petilasan Sunan Bonang. Biasanya setelah para wisatawan berziarah dapat membeli “oleh-oleh” makanan khas Bonang, ikan asin, terasi asli Bonang dan dodol Bonang.

Embung Lodan
embung_lodanEmbung Lodan terletak di desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang Kabupaten Dati II Rembang tempatnya ± 4 Km sebelah timur dari Sedan. Jarak dari kota Rembang ± 40 km. Embung Lodan saat ini masih dimanfaatkan sebagai irigasi dan penyediaan air bersih oleh masyarakat Sedan dan Sarang, juga sebagai pengembangan budidaya perikanan air tawar. Untuk pengembangan Obyek Wisata pemancingan dan wisata bahari dengan latar belakang perbukitan dan hutan jati serta mahoni wilayah Perum Perhutani KPH Kebon Harjo. Panorama yang indah sangat memungkinkan pengembangan obyek wisata terutama untuk bersantai bersama keluarga.

Hutan Wisata Sumber Semen
hutan_wisata_semenObyek Wisata hutan wisata Sumber semen berada di desa Gading Kecamatan Sale, terletak ± 49 Km sebelah tenggara dari Rembang. Obyek wisata ini sangatlah tepat untuk berekreasi bersama keluarga karena pemandangar alamnya yang indah, sejuk dengan hutan lindung yang masih alam dan masih dihuni oleh binatang Kera yang sangat lucu. Konor binatang kera itu ada sejarahnya. Selain itu ada pula sebuah Goa yang ada nilai Historisnya yakni Goa Rambut, cerita Goa Rambut ini pengunjung akan mengetahui secara lengkap dan puas apabila datang langsung di Obyek Wisata Hutan wisata Sumber Semen ini. Sambil berkemah wisatawan juga dapat menikmati fasilitas air bersih dan kolam renang juga disediakan di sana.

Makanan & Minuman Khas Daerah

1. Sate Sarepeh Berupa sate ayam kampung yang bumbunya terdiri dari cabe merah, gula merah, santan dan garam. Adalah sebagai lauk pauk dan biasanya dirangkai dengan lontong.

2. Mangut
Ikan laut segar yang dipanggang dengan bumbu-bumbu cabe hijau, bawang merah, bawang putih, garam dan santan kental. Sebagai sayur untuk makan siang/malam dalam menu sehari-hari.

3. Pindang Tempe
Tempe dengan bumbu-bumbu cabe, bawang merah, bawang putih, asam (tomat) garam dan air. Biasanya ditambahkan juga ikan pindang. Sebagai sayur untuk makan siang (menu sehari-hari).

4. Sayur Merica
Dari ikan laut segar dengan bumbu cabe, merica, bawang merah, bawang putih, kunyit, garam dan air.

5. Petis Bumbon
Sayur untuk makan siang/malam yang terbuat dari bahan-bahan petis ikan/udang, telur rebus/ceplok langsung dengan bumbu cabe, bawang putih, bawang merah, kunci, lengkuas, daun jeruk purut, garam dan ditambah santan kental.

6. Lontong Tuyuhan
Lontong dengan opor ayam kampung pedas khas desa Tuyuhan (Kecamatan Pancur). Makanan ini tidak pernah atau jarang dibuat ibu rumah tangga. Sebagai makanan sore hari/malam hari, biasanya sekitar jam 15.00 WIB sudah dijual di lokasi desa Tuyuhan di sepanjang pinggir jalan dengan pemandangan sawah-sawah yang menghijau. Dan minumannya air putih yang ditempatkan di kenda (tanpa gelas).

7. Dumbeg
Dibuat dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam, air pohon nira (legen), dan kalau suka ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu. Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas. Yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur) dan desa Mondoteko (Kecamatan Rembang).

8. Jenang Waluh
Dibuat dari buah waluh, gula aren, air nira dan garam, yang rasanya sangat manis. Dan biasanya dimakan dengan Jadah. Jadah yang terkenal adalah dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).

9. Jadah
Terbuat dari beras ketan putih, kelapa muda, garam yang ditumbuk halus (sewaktu masih panas) di atas keranjang yang Terbuat dari daun lontar/daun kelapa muda dan alat tumbuknya juga dilapis dengan daun lontar dan kelapa muda. Rasanya sangat gurih, kemudian dicetak persegi dan dibungkus dengan daun pisang (seperti lemper). Biasanya dimakan bersama dengan Jenang waluh, yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).

10. Kaoya Dudul
Terbuat dari beras ketan, kacang hijau, gula aren/gula pasir dan garam. Tempatnya dari daun lontar berlubang bulat kecil sebanyak 5 buah, kalau makan tinggal didudul (ditekan) saja, rasanya sangat manis dan gurih. Berasal dari desa Gunem Kecamatan Gunem.

11. Kerupuk Bakar
Kerupuk udang dan tengiri dari kota rembang yang dioven/dibakar.

12. Kacang Atom
Terbuat dari tepung beras dan tepung tapioka, kacang tanah, garam, bawang putih dan air yang dicetak bulat-bulat kecil dan digoreng. Rasanya sangat gurih dan banyak disukai masyarakat.

13. Kacang Pres Non Kolesterol
Terbuat dari kacang tanah yang dipres (diambil minyaknya). Kemudian dibumbui bawang putih dan garam dan dioven.

14. Gula Semut
Terbuat dari pohon nira (legen) dengan proses pemanasan, sehingga hasilnya seperti gula pasir/gula halus yang berwarna coklat.

15. Terasi Petis Bonang
Terbuat dari udang/ikan segar dengan proses pemanasan. Bau dan rasanya enak. Yang terkenal dari desa Bonang Kecamatan Lasem.

Rumah Makan

1. Binangun Indah Hotel & Restorant Fasilitas Rumah Makan
Jl. Raya Km 5 Lasem Rembang Telp.(0295) 31386
– Ruang bersih dengan udara pantai yang nyaman.
– Tempat Parkir yang luas dan aman
– Penerangan dan air cukup
– Tempat relax dengan pemandangan laut yang mempesona
– Siap melayani Anda dengan hidangan yang sedap dengan tarip yang pantas.

2. Rumah Makan Maya
Jl. Untung Suropati No. 48 Telp. (0295) 92155 REMBANG – JATENG
Menyediakan:
– Sea Food & Masakan Khas Maya
– Asem-asem, Presto, Es cream spesial
Menerima:
– Pesanan Dos, Pesta, Nasi Tumpengan dll.
Fasilitas:
Tempat Parkir, Mushola, Ketxers han terjam n; serta pelayanan yang memuaskan. 100 % halal.

3. Rumah Makan HIEN
Jl. Gambaran 24 Telp.(0295) 91583
Menyediakan:
Sea Food, Ayam Special, Cap Jay, Puyung Hay – Mie Special dengan rasa khas yang tiada duanya dan dijamin 100 % Halal, jangan diragukan kehalalannya, ditanggung pasti Anda Puas, sekali coba pasti ingin datang lagi.
Menerima:
Pesanan untuk pesta, Doos dll.

4. R M “ANDRI”
Jl. Perikanan No. 6B Telp. 91268 / Rembang Masakan: Cap Jay, Puyung hay, Sea food, dll.

5. R M “LESTARl”
Jl. Diponegoro No. 102 Telp. 91149 Rembang Masakan: Khas sea food, Eropa, Indonesia, Chynes

6. R M “TUJUH SATU”
Jl. Jend. Sudirman No. 71 Telp. 92871 Rembang Masakan : Khas Indonesia, Sea food. Menerima : Persewaan Mobil.

7. R M “BU JOYO”
Jl. Untung Suropati No: 27 Telp. 91281 Rembang
Masakan:
Khas Jawa Tengah; Asem-asem sapi, Ayam goreng/bakar dll.
Menerima:
Pesanan nasi dos, Tumpengan, Perkawinan, Ultah dll

8. R M “SAHABAT”
Jl. Raya Km: 5 Lasem-Rembang Telp. 31387 B nangun Rembang.
Masakan:
Sup, Asem-asem, Lodeh dll.

9. R M “GANTON”
Jl. Kartini No. 5 Telp; 91437′
Masakan:
Spesial bakso, Cap Jay, Nasi Goreng dll.

10. R M “MITRA”
Jl. Raya Km. 48 Kragan-Rembang, Kragan, Rembang
Masakan:
Gulai, Asem-asem, Ayarn Goreng dll.

11. R M “SUMBER REJEKI”
Jl Raya Km 32 Pandangan – Rernbang Masakan : Khas Indonesia.

Hotel

1. Hotel “RESTU”
Jl. P. Sudirman No. 38 Telp. 91408 Rembang.

2. Hotel “PERDANA”
Jl. P. Sudirman No. 76 Telp. 91389 Rembang.

3. Hotel “WIJAYA”
Jl. Raya No. 101 – 105 Telp. 31095 Lasem – Rembang.

4. Hotel “SURYA”
Jl. Raya LASEM – REMBANG.

5. Hotel “SUMBER AGUNG”
Jl. Raya LASEM – REMBANG.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: