Tetap Fresh di Saat Flu

Sebagai wanita, Anda sebenarnya jatuh lebih beruntung daripada pria. Sebab, saat Anda belum mandi atau sakit flu, Anda bisa menyamarkan penampilan buruk Anda di balik make-up atau trik lain. Saat terjangkit flu, misalnya, Anda pun bisa memperbaiki hidung yang merah, mata yang sembab, atau bibir yang pecah-pecah agar penampilan tetap prima di hadapan atasan atau klien. Caranya mudah saja.

1. Hidung memerah

Inilah penampilan paling tak menyenangkan saat Anda terjangkit flu: hidung memerah dan berair, kadang kala sudut cuping hidung kering karena keseringan diusap menggunakan tisu. Kunci untuk mencegah kulit hidung mengelupas adalah tidak menggunakan tisu meja makan atau tisu toilet. Tekstur tisu seperti ini kasar dan akibatnya malah bertahan hingga dua hari. “Jika hidung Anda terus berair dan gatal, sebaiknya gunakan tisu yang mengandung aloe vera,” kata Joel Schlessinger, MD, Presiden The American Society of Cosmetic Dermatology and Aesthetic Surgery.

Schlessinger juga menyarankan untuk menggunakan krim hydrocortisone 1 persen untuk meredakan dan menyembuhkanya. Untuk menutupi rona kemerahan pada hidung yang berair, gunakan concealer. Ulas bagian itu lebih tebal daripada biasanya.

2. Mata sembab

Mata yang berair, merah, dan sembab akan memburuk jika Anda juga terjaga semalaman karena batuk. Solusinya: Pejamkan mata lalu tempelkan bekas teh celup yang sudah dingin pada kedua kelopak mata. Berbaringlah sekitar 15 menit, dan lihat apa yang terjadi kemudian. Merah dan iritasi pada mata Anda akan berkurang. Jika mata Anda terasa panas, teteskan saja obat mata untuk melembabkan dan mendinginkan mata.

3. Bibir kering dan pecah-pecah

Kondisi bibir seperti ini sama sekali tidak sedap dipandang dan dirasakan. Retakan pada bibir juga tidak dapat dibiarkan karena bisa terinfeksi virus, seperti herpes simplex, atau bakteri, demikian menurut Charles Zugerman, MD, associate professor di klinik dermatologi Northwestern University Medical School. Bila hal ini terjadi, sebaiknya Anda tidak membasahi bibir dengan ludah karena hanya akan membuatnya makin kering.

Solusinya: Gunakan pelembab bibir yang mengandung vitamin A dan E, serta SPF 20. Hal ini akan mencegah bibir makin pecah dan mengundang berbagai gangguan lain, seperti sinar UVA dan UVB yang menyakitkan. Sebelum bibir menjadi kering, sebaiknya Anda juga mengetahui gejalanya, seperti rasa gatal, perih, dan hangat pada bagian yang melepuh. Hal ini biasanya terjadi 24 jam sebelumnya. Oleskan salep bibir 4 kali sehari untuk mengatasinya, sedangkan bila lepuhan pada bibir pecah, Anda harus ke dokter untuk mendapatkan resep salep antijamur.

Trik lainnya:

1. Selalu gunakan moisturizer untuk membantu melembutkan kulit. Kulit yang kering akan membuat kulit hidung terluka saat Anda tak sengaja menggosoknya.

2. Jangan menggunakan make-up terlalu banyak karena akan membebani kulit wajah Anda. Foundation bisa Anda gunakan untuk menutupi area yang kemerahan. Sapukan lebih tipis pada bagian yang lain.

3. Jangan lupa memakai lipstik atau lipgloss dengan warna yang cerah. Hindari warna lipstik yang bernuansa nude. Sapukan juga blush on berwarna peach untuk menyegarkan wajah Anda.

4. Jika mata Anda berair, jangan menggunakan eye shadow. Gunakan saja maskara yang tahan air.

5. Sering-seringlah mencuci tangan untuk menghindarkan berpindahnya virus dari tangan Anda ke makanan atau ke tubuh orang lain. Gunakan sabun antibakteri yang juga mengandung pelembab.
Sumber : Kompas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: