Perluas Kontainer, Wapres Perintahkan Bongkar Gudang Tanjung Priok

Laporan wartawan Suhartono

JAKARTA, SELASA — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla memerintahkan Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal agar PT Pelabuhan Indonesia segera membongkar gudang-gudang dan kantor lama yang masih tersisa di kawasan pelabuhan Tanjung Priok. Perintah itu dilakukan Wapres Kalla agar pembangunan perluasan pelabuhan pengumpul kontainer (container yard) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, segera dapat dipercepat.

Demikian disampaikan Wapres saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia (Gafeksi) di Istana Wapres, Jakarta.

Dalam acara itu hadir Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal dan Ketua Umum DPP Gafeksi Maslih Mulia. “Supaya Pelabuhan Tanjung Priok cepat diperluas, kita harus ‘merusak’ gudang-gudang dan kantor lama yang masih ada. Jadi, bongkar itu semua gudang dan kantor-kantor lamanya, ratakan dengan tanah. Kalau tidak ada lagi gudang dan kantor, maka pelabuhan kontainer akan lebih luas lagi. Kalau sudah luas, maka kapasitas kontainer yang bisa ditampung akan lebih besar lagi dan naik sampai 50 persen atau sekitar sampai 4,5 juta Teus lebih dari sebelumnya 3,7 juta teus,” tandas Wapres Kalla.

Menurut Wapres Kalla, gudang-gudang di kawasan pelabuhan itu sudah tidak ada lagi isinya seperti karung atau peti seperti 50 tahun yang lalu di mana gudang masih bersifat fungsional. “Saya tunggu laporan dari Pelindo berapa gudang dan kantor yang sudah dibongkar. Mestinya yang dibongkar harus 40 gudang. Masih ada sekitar 15 gudang lagi yang harus dibongkar,” tambah Wapres Kalla.

Kalla mengatakan, dengan membongkar gudang-gudang yang ada, Pelindo tidak perlu mengeluarkan dana karena besi-besinya bisa dijual kepada orang-orang Madura yang mengumpulkan besi-besi bekas. “Jadi, Pelindo nol biaya. Kalau saya lihat di Pelabuhan Teluk Bayur (Surabaya) dan Pelabuhan Makassar, banyak gudang yang tidak dipakai dan bisa dibongkar. Baru dibongkar gudangnya, lantainya sudah mau disewa untuk kontainer,” lanjutnya.

Belum dipindah

Di tempat yang sama, Jusman mengakui baru 25 gudang yang dibongkar untuk perluasan pembangunan pelabuhan kontainer di Tanjung Priok. “Masih ada 15 gudang lagi yang akan segera dibongkar. Itu yang sedang dilakukan oleh PT Pelindo. Dari gudang yang sudah dibongkar, ada yang sudah dijadikan container yard,” kata dia.

Jusman membenarkan apabila Wapres Kalla sudah memerintahkan hal itu, biasanya Wapres akan mengontrol dan mengeceknya terus-menerus, minimal dua bulan sekali. “Memang yang belum dilaksanakan adalah perpindahan pelabuhan dok dari Koja Bahari ke Pelabuan Batam karena pelabuhan dok itu akan digunakan untuk perluasan pelabuhan mobil atau carport,” ujarnya.
Sumber :Kompas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: