Penjualan Ponsel Anjlok 50 Persen

Jakarta, CyberNews. Penjualan telepon selular (ponsel) anjlok hingga di atas 50 persen di pusat perdagangan ponsel terbesar di Jakarta, ITC Roxy Mas.

Pengelola toko ponsel Starcom yang khusus menjual produk Motorola, Tendy, mengatakan, sejak Lebaran tahun lalu penjualan ponsel mengalami penurunan mencapai 50 persen. Sebelum krisis keuangan melanda dunia, penjualannya mencapai 8-10 unit per hari.

Namun kini hanya satu sampai dua unit. “Saat ini kami sudah susah untuk mencapai angka transaksi sebesar Rp2 juta-3 juta per hari. Kadang dalam sehari kami tidak ada transaksi, atau hanya aksesoris saja yang laku terjual,” ujarnya.
pasar-ponsel

Hal senada disampaikan pengelola toko Sabang Celluler, Aci. Ia menilai saat ini daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal itu terlihat dari penjualan ponsel yang turun dari 5-10 unit per hari sebelum krisis, menjadi hanya 2- 4 unit pada saat ini. “Omzet sudah pasti turun. Dari segi penjualan unitnya saja sudah turun sekitar 30 persen,” ujar Aci.

Ia mengatakan minat masyarakat membeli ponsel baru semakin menurun khususnya untuk kalangan menengah ke bawah. Menurut dia, masyarakat kalangan menengah ke bawah lebih memilih ponsel bekas.

Sementara itu, staf distributor Nokia Erafone, Tony Ramdani, mengatakan dampak krisis global menyebabkan pencapaian target penjualan per bulannya terhambat. “Kami menargetkan penjualan ponsel bulan ini mencapai 800 unit, namun sampai saat ini baru mencapai 650 unit. Pergerakan penjualannya melambat,” kata Tony.

Berbeda dengan Aci yang mengatakan penjualan ponsel kelas menengah ke bawah menurun, Tony justru menilai saat ini ponsel kelas menengah ke bawah justru semakin diminati dibanding produk kelas atas yang harganya di atas Rp2 juta per unit.

Para pedagang mengharapkan adanya perbaikan kondisi perekonomian, sehingga nilai rupiah terhadap dolar AS kembali menguat, harga kebutuhan pokok turun, sehingga daya beli masyarakat akan kembali naik, dan penjualan ponsel kembali meningkat. “Melihat kondisi saat ini, keuntungan Rp10 ribu-Rp20 ribu per ponsel tetap saya ambil, saya tidak bisa mematok harga terlalu tinggi,” kata Tendy.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: